Total Tayangan Halaman

Kamis, 15 Desember 2011

RAJA GOMBAL DAN MALAM MINGGU




Sebagian orang ada yang bilang kalo malam minggu itu malam yang panjang. Tapi bagi Raja gombal, malam minggu sama malam yang lain sama saja, nggak ada bedanya. Mungkin karena Raja gombal saat ini lagi jomblo atau apa nggak tahu deh. Yang pasti di malam minggu ini, Raja gombal sedang berusaha untuk pergi dari rumah daripada jadi bahan gunjingan keluarga dan tetangga. Soalnya kalo malam minggu ada cowok bujangan di rumah pasti akan banyak pertanyaan yang bikin kuping nguing-nguing.  

Jam 5 sore.
"Mas, ada rencana pergi ke mana, sama siapa nanti malam?" tanya mbak Juwita, perempuan tetangga yang suka usil dan jahil.
Raja gombal yang sedang melamun mikirin nanti malam mau pergi ke mana dan sama siapa pun kaget. Ia nyengir kuda dan segera mencari jawaban untuk membungkam mulut mbak Juwita.

"Biasalah mbak, anak muda." jawab Raja gombal.
Mbak Juwita tentu saja tidak mau diam hanya dengan mendengar jawaban seperti itu dari si Raja gombal. Rasa penasaran dan isengnya semakin menjadi.

"Biasa apa nih?" tanyanya kepo.
 "Ya jalan sama cewek gitu."
"Akh nggak semua anak muda kalo malem minggu jalan sama cewek." kata mbak Juwita tetep ngotot nggak jelas. Ia berharap Raja gombal nggak jalan malam nanti sehinga ia bisa nongkrong bareng dan menggosip buat ngebunuh sepi. Maklum, mbak Juwita ini punya moto hidup tanpa menggosip bagai masak tanpa garam.

Raja gombal dengan santainya menjawab. "Maaf itu bukan saya. Dan sekali lagi maaf karena saya harus siap-siap untuk pergi jemput cewek saya."

"Lho, cewek yang mana? Bukannya kamu baru putus dua hari yang lalu?" tanya mbak Juwita tetap bertahan.
Raja gombal nyengir. Nih orang bener-bener ratu gosip dah, bisa tahu semuanya. Padahal kan Raja gombal nggak pernah cerita apa-apa kenapa doi bisa tahu?
"Iya kan? Iya kan? Iyakan?" Mbak Juwita mengerjap-ngerjapkan matanya dengan genit. Raja gombal males banget ngelihatnya. Pengen rasanya ia tarik bulu mata palsunya sampe copot.

"Siapa bilang? Saya udah punya cewek baru kok," jawab si Raja gombal bohong.
"Akh masak sih? Mana, mana...kok saya nggak tahu?"
Raja gombal ngurut dada. Benar-benar kesal dibuatnya. Dan untuk menghindari Mbak Juwita, Raja gombal kemudian beralasan ia harus ke kamar mandi.

Jam 7 malam
Raja gombal sudah siap dan rapi untuk pergi. Ia melangkahkan kakinya sambil tengok kanan kiri melihat siatuasi dan kondisi di luar rumah. Dan begitu aman dari si tetangga ember mbak Juwita, Raja gombal pun melenggang dengan gembira.

Di tengah jalan Raja gombal bingung mau pergi ke mana. Karena sebenarnya ia pergi hanya untuk nyari alasan saja agar tidak menjadi gunjingan orang bahwa dirinya gak laku apalagi sama mbak Juwita. Kalau itu perempuan tahu Raja gombal ngedekem di rumah pada saat malam minggu, pasti seisi komplek bakalan tahu kalo Raja gombal lagi jomblo. Ini tentu saja akan menjatuhkan harkat dan martabatnya sebagai si Raja gombal.

Sampai di sebuah taman, Raja gombal duduk di salah satu bangku taman yang saat itu rame banget sama pengunjung yang kebanyakan berpasang-pasangan.Begitu Raja gombal duduk, datang sepasang cewek cowok duduk di sana. Raja gombal pura-pura gak lihat. Tapi obrolan mereka kok ya sampe juga ke telinga Raja gombal. Daripada ngedengerin mereka ngobrol, Raja gombal pun melipir pergi. 

Pada saat ia sedang jalan tanpa arah dan tujuan, tiba-tiba dilihatnya mbak Juwita di salah satu sudut taman. Raja gombal kaget dan segera melarikan diri untuk menghindari si ratu gosip dengan mencari tempat persembunyian yang aman dan nyaman. Maka dipilihlah sebuah semak-semak dekat kursi taman panjang.
"Itu orang kenapa ada di mari ya?" Batin Raja gombal heran dengan jantung berdebar-debar kayak lagi mau ngedeketin cewek. 

Dari semak belukar itu Raja gombal mengamati Mbak Juwita. Ia berharap perempuan sundel itu akan segera pergi. Tapi ternyata apa yang diharapkan Raja gombal tidak terkabul. Mbak Juwita malah jalan dan duduk di bangku panjang dekat semak. Raja gombal pun semakin menyembunyikan wajahnya sedalam mungkin si semak-semak.

Mbak Juwita duduk dengan seorang Ibu entah siapa. Mereka ngobrol di bangku taman sambil makan kwaci bungkus. Dan sambil ngobrol, kulit kwaci nya ia buang sembarangan. Beberapa diantaranya mengenai wajah Raja gombal yang sedang sembunyi di belakangnya. Raja gombal cuma bisa mengutuk.
"Ya saya sih nyantai aja walopun masih jomblo, ngapain harus malu dan ngumpet-ngumpet segala?"
kata si Mbak Juwita pada si ibu di sampingnya.
 
TUING! 
 
Dalam persembunyiannya yang mulai nggak nyaman akibat kulit-kulit kwaci Mbak Juwita itu Raja gombal tiba-tiba merasa tersentil dengan omongan Mbak Juwita.
 
"Mungkin malu kali dianya," kata si Ibu.
"Ngapain mesti malu?"
"Ngomong-ngomong siapa sih dia?" tanya si Ibu dengan wajah penasaran.
"Tetangga saya," jawab Mbak Juwita.
 
Weeekkk! Raja gombal benar-benar tersinggung. Ini perempuan di manapun dan kapan pun kok ya selalu menggosip ya. Dan kenapa mesti saya yang digosipin? Batin Raja gombal.
Mbak Juwita kembali membuang kulit kwaci yang bekas ia kunyah dan kali ini tepat mengenai dan menempel di bibir Raja gombal. Raja gombal tentu saja jijik dan hendak muntah. Tapi ia berusaha menahannya. Dan  semakin ia menahan, semakin mual saja perutnya.
 
Dan... Pruutt!
 
Keluarlah gas yang tidak bisa ditahan lagi sama si Raja gombal. Aromanya langsung menyebar ke seluruh penjuru taman.
 
"Ih, bau apa ini?!" teriak Mbak Juwita langsung bangkit dari duduknya.
"Nggak tahu bau apaan?" kata si Ibu ikut menutup hidungnya dan bangun dari duduk.
"Kamu kentut?" tanya Mbak Juwita menuduh si Ibu.
"Engak! Sumpah!" jawab si Ibu.
"Trus sapa dong?"
"Mana saya tahu?"
 
Dalam persembunyiannya Raja gombal menahan ketawa. Sampai akhirnya Mbak Juwita dan si Ibu pergi. karena tidak tahan lagi dengan aroma sejuta wangi bunga yang dihasilkan oleh gasnya Raja gombal . Dan begitu mereka pergi, Raja gombal pun cepat-cepat keluar dari persembunyiannya dan langsung melipir pergi. Sampai di jalan, Raja gombal menghela napas lega. Sungguh malam minggu yang nahas, batinnya pilu.
Hyuukk kita bermain-main dan follow @Rajagombaaal




Tidak ada komentar:

Posting Komentar